banner 728x90

Provokasi di kota Budaya tentang Sedekah Bumi atau laut

banner 468x60

PenaIslami, Disebuah sudut pinggir kota Jogja terdapat spanduk terbentang yang isinya seolah-olah membenturkan budaya dan agama. Tentu kita tahu bahwa Jogja selain sering disebut sebagai kota pelajar tapi juga tak jarang disebut sebagai kota budaya. Betapa tidak, mengingat jogja merupakan salah satu wilayah di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang masih mempertahankan budaya kerajaannya ditengah masyarakat modern dan akademis. Tentu dengan posisi jogja yang masih memiliki keraton dan kasunanan, tentu masih banyak budaya atau ritual yang melekat padanya.

Spanduk Provokatif terkait Sedekah Bumi / Laut

Spanduk yang dibentangkan di perempatan Druwo, salah satu perempatan antara Jalan Parangtritis dengan Jalan Lingkar Jogja (Ring Road) ini ditemukan menempel pada sisi bagian jalan. Tulisan ini mengutip hasil Mukhtamar NU ke-5 di Pekalongan. Yang menurut spanduk itu mengharamkan adanya sedekah bumi / laut.

Spanduk tersebut menggunakan Garuda Pancasila dan Logo NU sebagai lambang utama yang ditonjolkan. Yang lebih aneh lagi mengatasnamakan seluruh ormas Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Padahal dari orang NU sendiri selama ini tidak mempermasalahkan adanya sedekah bumi / laut yang diselenggarakan di wilayah DIY dan sekitarnya. Andaikan NU sudah tidak sependapat dan mengharamkan sedekah bumi / laut sudah barang tentu menentukan sikap sedari lama.

Lebih aneh lagi, spanduk ini seraya mengamini tindakan yang patut diduga sebagai konspirasi yang dijalankan di beberapa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan membenturkan budaya dengan Agama. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya selebaran yang menghakimi sedekah bumi / laut sebagai perbuatan syirik.

Baca Juga : hukum sedekah bumi.

Dan bahkan di beberapa wilayah menggunakan kalimat-kalimat provokatif untuk memancing perpecahan di masyarakat.

Tentunya spanduk ini tidak serta merta ada begitu saja, dimana sebelumnya sudah terjadi perusakan terhadap properti yang direncanakan akan digunakan dalam upacara sedekah laut di pesisir pantai selatan Jogja. Barang tentu Indonesia adalah negara hukum, dimana segala tindak anarki dilarang disini dan dapat di tuntut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengamanan Spanduk Provokatif terkait Sedekah Bumi / Laut

Untuk mencegah kesalahpahaman dan juga perpecahan, maka Satpol PP Kabupaten Bantul atas permintaan Rais Syuriah PCNU Bantul melakukan pelepasan dan pengamanan spanduk ini. Selain pembuat spanduk tidak secara jelas menyatakan pihak yang bertanggung jawab terhadap terpasangnya spanduk ini. Juga dimungkinkan dapat membenturkan NU dengan masyarakat karena kesesatan informasi yang di cuplik secara harfiah.

NU sendiri tidaklah pernah bertentangan dengan budaya. Hal ini bisa dilihat dari konsep Islam di Nusantara yang sering kita sebut sebagai Islam Nusantara. Dimana NU selalu menekankan beragama sesuai dengan latar belakang kita tanpa meninggalkan syariat. Hal ini tentunya sudah ditunjukkan oleh Wali Songo dalam melakukan penyebaran agama Islam di tanah jawa ini. Dimana tidaklah meniadakan budaya, akan tetepi menggunakan budaya sebagai jalan masuk syiar agama.

Terakhir, marilah kita jaga NKRI dari bughot-bughot yang timbul dari ideologi luar Indonesia yang belakangan ini sudah mulai menyerang dengan memecah belah masyarakat dan dengan saling membenturkannya. NKRI Harga Mati.

Semoga Bermanfaat

banner 468x60
Tags:
author

Author: